Je Me Souviens.....
"kamu harus jelajahi tanah airmu, jelajahi dgn kakimu sendiri, lihat dgn matamu sendiri, supaya kamu mengenali dan menghargai negerimu, supaya dirimu menjadi saksi bahwa tanah negerimu pernah subur, hutannya pernah lebat dgn segala isinya, dan lautnya pernah biru dgn segala keragamannya"
Cari Blog Ini
Selasa, 28 Oktober 2014
Jumat, 15 November 2013
Renungkan...
Mendaki sebuah gunung bukan sebuah kebanggaan, Kawan
Karena kalau kita anggap pendakian gunung itu kebanggaan
Maka jangan lupa, penduduk setempat bahkan setiap hari
Setiap hari mencari kayu bakar, rotan, dan sebagainya di sana
Bahkan anak2 mereka pergi memancing ke atas danau di gunung
Berangkat pagi, pulang sore
Mengunjungi sebuah kota, New York, London, dsbgnya juga bukan prestasi
Karena kalau melanglang buana itu kita anggap prestasi
Maka jangan lupa, pengemis, gelandangan di sana setiap hari
Setiap hari mengemis dan menggelandang di jalanannya
Tidur di sudut2 kota, tempat kita baru saja ber-pose
Lantas kita bagikan di jejaring sosial
Kita tidak bicara berapa banyak gunung yang kita daki
Berapa lembar foto keren yang kita peroleh
Tapi berapa banyak pemahaman yang menetap di hati kita
Lantas menjadi sumber inspirasi kebaikan bagi sekitar
Menyayangi alam, memahami kebesaran Tuhan
Berhenti bertingkah kekanakan
Itulah hakikat pendakian tersebut
Kita tidak bicara berapa banyak kota yang kita kunjungi
Berapa lembar foto hebat yang kita dapatkan
Tapi berapa banyak pelajaran yang tinggal di kepala kita
Lantas menjadi sumber kebermanfaatan bagi orang lain
Memahami keanekaragaman dan perbedaan
Berhenti sombong dan berlebihan
Itulah hakikat sebuah perjalanan
Lakukanlah perjalanan mengelilingi dunia, Kawan
Kunjungi tempat2 indah dan spesial
Bukan untuk dicatat, difoto lantas dipamerkan
Tapi simpel, perjalanan adalah perjalanan
Dia akan mendidik kita dengan lembut
Tentang banyak hal
Tere Liye
Jumat, 30 Agustus 2013
Untukmu D
Terimakasih KAU pernah jadikan dia pereda rasa "sakit" atas sebuah luka
Terimakasih KAU ijinkan dia membawaku mengenal hamparan cipta-MU
Terimakasih untuk segala canda tawa bahagia atas hadirnya
Terimakasih sempat KAU jadikan dia warna keindahan dalam hidupku
Bila kini saatnya KAU jauhkan,
mohon jaga raga dan hatinya
Bila kini usai sudah masaku bersamanya,
hadirkan bahagia dalam jiwanya
Bila tak lagi KAU ijinkan dia hadir,
kupinta mudahkan langkahnya
-Teruntukmu D-
"terimakasih atas untaian warna pelangi yang kau goreskan dalam jejak langkah kebersamaan"
Terimakasih KAU ijinkan dia membawaku mengenal hamparan cipta-MU
Terimakasih untuk segala canda tawa bahagia atas hadirnya
Terimakasih sempat KAU jadikan dia warna keindahan dalam hidupku
Bila kini saatnya KAU jauhkan,
mohon jaga raga dan hatinya
Bila kini usai sudah masaku bersamanya,
hadirkan bahagia dalam jiwanya
Bila tak lagi KAU ijinkan dia hadir,
kupinta mudahkan langkahnya
-Teruntukmu D-
"terimakasih atas untaian warna pelangi yang kau goreskan dalam jejak langkah kebersamaan"
Jumat, 23 Agustus 2013
P E R G I
Lepaskan melodi hati
Biarkan tertelan gelap malam
Karena waktu tak berpihak
Awan kelabu melapisi lukisan rindu
Yang terpapar pada sempurna malam
Tak mampu menggapai asa berjuta bintang
Sempurna hampa mengisi
Bukan pilihan berlari sejauh langkah
Arus yang menyeret jarak tanpa kata
Sunyi menyapa
Senyap menghantar
Sepi menghampiri
Maka relakan cahaya dan kerlip berlalu
Padam
Beku
Biarkan pergi
Langkah tanpa jejak
Kata tanpa suara
Aku pergi
Rabu, 12 September 2012
YELLOW
"look at the stars
look how they shine for you
and everything you do
yeah they were all yellow"
Penggalan lagu Yellow milik Coldplay mengalun dalam benak mengingatkan pada sebuah sosok yg sangat maya dalam kehidupan nyata. YELLOW, hanya itu yang terekam dalam ingatan kenyataan bahwa sebelumnya kamu adalah nyata. Berdiri nyata, memperkenalkan diri, membimbing langkahku dalam balutan warna yellow. Lalu kemudian semua menguap, aku tak ingat siapa nama yang kau sebutkankan, sosokmu pun bahkan tak kuingat. Ketika kemudian kamu tak ada lagi pun aku tak memperdulikan. Ya, kamu telah pergi dari nyataku.
Lalu kamu hadir kembali dalam dunia yang sangat maya. Menanyakan masihkah aku mengingatmu dengan yellow mu. Ya, aku hanya ingat yellow, warna yang saat itu melekat padamu. Dalam maya, yang sangat tak nyata tapi aku tau kamu ada. Maya, dunia yang sesungguhnya tidak mempertemukan kita namun mampu menautkan kita. Kembali berkenalan dan mengingat sedikit waktu yang pernah kita lewati dalam nyata terdahulu. Maya, namun mampu menautkan hati kita untuk berbicara, mencipta rindu yang terobati dalam sapa tanpa suara. Ah, suara, kamu bernyanyi, menyanyikannya untukku, tapi nyata tak pernah kudengar suaramu.
Kini rindu itu nyata dalam nyata dan mayaku meski sosok dan suaramu tetap maya. Rindu canda dan rayu dalam kata yang kau untai manis, rindu nyanyian malammu meski pekat malam sunyi tanpa suara. Seperti candu, aku tak ingin terlepas. Kini aku ingin nyatamu, akankah saat nyata itu tiba untukku? Bukan, bukan untukku, tapi untuk kita.
look how they shine for you
and everything you do
yeah they were all yellow"
Penggalan lagu Yellow milik Coldplay mengalun dalam benak mengingatkan pada sebuah sosok yg sangat maya dalam kehidupan nyata. YELLOW, hanya itu yang terekam dalam ingatan kenyataan bahwa sebelumnya kamu adalah nyata. Berdiri nyata, memperkenalkan diri, membimbing langkahku dalam balutan warna yellow. Lalu kemudian semua menguap, aku tak ingat siapa nama yang kau sebutkankan, sosokmu pun bahkan tak kuingat. Ketika kemudian kamu tak ada lagi pun aku tak memperdulikan. Ya, kamu telah pergi dari nyataku.
Lalu kamu hadir kembali dalam dunia yang sangat maya. Menanyakan masihkah aku mengingatmu dengan yellow mu. Ya, aku hanya ingat yellow, warna yang saat itu melekat padamu. Dalam maya, yang sangat tak nyata tapi aku tau kamu ada. Maya, dunia yang sesungguhnya tidak mempertemukan kita namun mampu menautkan kita. Kembali berkenalan dan mengingat sedikit waktu yang pernah kita lewati dalam nyata terdahulu. Maya, namun mampu menautkan hati kita untuk berbicara, mencipta rindu yang terobati dalam sapa tanpa suara. Ah, suara, kamu bernyanyi, menyanyikannya untukku, tapi nyata tak pernah kudengar suaramu.
Kini rindu itu nyata dalam nyata dan mayaku meski sosok dan suaramu tetap maya. Rindu canda dan rayu dalam kata yang kau untai manis, rindu nyanyian malammu meski pekat malam sunyi tanpa suara. Seperti candu, aku tak ingin terlepas. Kini aku ingin nyatamu, akankah saat nyata itu tiba untukku? Bukan, bukan untukku, tapi untuk kita.
Langganan:
Postingan (Atom)
