Cari Blog Ini

Rabu, 12 September 2012

YELLOW

"look at the stars
look how they shine for you
and everything you do
yeah they were all yellow"


Penggalan lagu Yellow milik Coldplay mengalun dalam benak mengingatkan pada sebuah sosok yg sangat maya dalam kehidupan nyata. YELLOW, hanya itu yang terekam dalam ingatan kenyataan bahwa sebelumnya kamu adalah nyata. Berdiri nyata, memperkenalkan diri, membimbing langkahku dalam balutan warna yellow. Lalu kemudian semua menguap, aku tak ingat siapa nama yang kau sebutkankan, sosokmu pun bahkan tak kuingat. Ketika kemudian kamu tak ada lagi pun aku tak memperdulikan. Ya, kamu telah pergi dari nyataku.

Lalu kamu hadir kembali dalam dunia yang sangat maya. Menanyakan masihkah aku mengingatmu dengan yellow mu. Ya, aku hanya ingat yellow, warna yang saat itu melekat padamu. Dalam maya, yang sangat tak nyata tapi aku tau kamu ada. Maya, dunia yang sesungguhnya tidak mempertemukan kita namun mampu menautkan kita. Kembali berkenalan dan mengingat sedikit waktu yang pernah kita lewati dalam nyata terdahulu. Maya, namun mampu menautkan hati kita untuk berbicara, mencipta rindu yang terobati dalam sapa tanpa suara. Ah, suara, kamu bernyanyi, menyanyikannya untukku, tapi nyata tak pernah kudengar suaramu.

Kini rindu itu nyata dalam nyata dan mayaku meski sosok dan suaramu tetap maya. Rindu canda dan rayu dalam kata yang kau untai manis, rindu nyanyian malammu meski pekat malam sunyi tanpa suara. Seperti candu, aku tak ingin terlepas. Kini aku ingin nyatamu, akankah saat nyata itu tiba untukku? Bukan, bukan untukku, tapi untuk kita.

Tidak ada komentar: